A Trip to KL (Day 1)

Posted by Marco | Posted in Trip To KL | Posted on 12-03-2009

Tagged Under : ,

24 Desember 2008

Tak pernah terbayangkan sebelumnya gw pergi ke sana. Gara-gara David dikarantina, jadi tiket ke KL ditawarkan ke gw, dan tentu saja gw mau, mumpung dibayarin. Walau gw tau jatah ortu untuk belanja jadi berkurang karena kalau David yang pergi, dia pake duit sendiri. Lucky me. Hahahaha.

Hari itu terasa biasa saja walau itu akan jadi pengalaman pertama gw ke luar negri, karena keluarga gw bukan keluarga yang kebanyakan duit. Hahahaha. Berangkat dari rumah 16.30 WIB, tentu dengan taksi, perjalanan lumayan lancar, setelah mengurus berbagai hal, akhirnya naek pesawat juga, sekitar pukul 20.15 WIB. Karena naik Air Asia, tempat duduk bebas (kalo ujian sih enak), jadi siapa cepat dia dapet. Namun karena kami berempat (bokap, nyokap, inangtua, gw), sementara satu deret maksimal 3 orang, kepaksa satu orang ngalah ga bareng, dan itu adalah gw! Oh, that’s ok. Gw pilih deretan tempat duduk disamping tempat mereka, deket jendela. Dan tak lama kemudian datanglah “teman” sederetan, dan mereka adalah orang Malaysia. Gw diajak ngobrol sebentar, walau agak bingung, tapi lumayan ngerti juga. Intinya sih dia abis main golf di Bandung. Hahaha.

Di udara selama 2 jam 5 menit (katanya), ga ada hal yang menarik. Pukul 23:24 waktu setempat, mendarat dan handphone2 langsung gw nyalain, dan langsung disambut oleh provider2 lokal, yang 3 jadi My Cellcom sementara yang xL jadi DiGi (yang entah kenapa pada akhirnya jadi My Cellcom juga). Tapi ternyata ada suatu masalah, sebelum gw turun dari pesawat, passport gw ilang! WTF! Nyelip kemana tuh barang? Gw cari-cari, tapi tetep ga ketemu, sementara ortu & inangtua udah keluar duluan. Sial! Apa mungkin masih di mereka? Gw segera turun dari pesawat dan gw bilang ke ortu passport gw ilang, dan tentu saja langsung dimarahin. Gw dan bokap kembali ke pesawat, kata pramugari kalo jatuh pasti ada, gw coba cari lagi, ternyata ada di bawah bangku, terjatuh waktu gw mau ngasih sesuatu ke bokap. Thanks GOD!

Kemudian masuk ke dalem Bandara sambil gw mencoba ngirim sms ke seseorang di Indonesia, dan ternyata satu kali sms Rp 4000 rupiah. Gila aja, bisa bangkrut kalo gini caranya, pulsa gw jg cuman 20 rebu. Setelah mengurus yang harus diurus, akhirnya tiba pada saat pemesanan taksi. Tentu taksinya bukan sedan seperti yang di Indonesia, namun ini disesuaikan dengan jumlah orang & barang bawaan. Di taksi (atau teksi tepatnya :P), bokap ngobrol panjang lebar dengan sang supir, entah apa obrolannya, gw mana inget, yang jelas sang supir menawarkan untuk mengantar ke bandara jika kami sudah mau kembali ke Indonesia.

Setelah perjalanan agak jauh, sampai juga di Bukit Jalil, saatnya mencari apartemen Andrew, Arena Green. Sang supir tau tempat itu, (setelah diberi tau bokap sampailah kami di Arena Hijau! Ya, Arena Hijau! Samakah itu dengan Arena Green? Tentu tidak. Hahaha. Kemudian kami mencari lagi, dan ketemulah Arena Green yang kami cari itu.

Singkat kata, sampailah kami di tempat tujuan, dan segera menuju lantai 5, tempat Andrew tinggal. Sampai di pintu masuk, ternyata sang tuan rumah ga ada di tempat, dia lagi rabu malam. Terus gimana caranya masuk? Dia ninggalin kunci? Nope. Ternyata waktu bokap ke sana beberapa bulan sebelumnya dia udah mempersiapkan dengan cara menggandakan kuncinya. Hahaha.

Ternyata dalamnya lumayan mantaph juga walau “sedikit” berantakan, maklum yang nempatin cowo, itu juga pasti baru dirapihin. Hahaha. Gw pengen segera istirahat, tapi sial, ga bisa tidur sampe akhirnya sang tuan rumah pulang. Ternyata rabu malamnya jadi kemaleman gara2 ada anak UNAI Chorale nyanyi disana. Setelah chit-chat sebentar, that’s the end of the day.

Comments:

There are (2) Comments for the A Trip to KL (Day 1)

Post your comment